Strategi Recovery Wisata Kep. Bangka Belitung, Kadisbudpar Babel hadiri Airport Talkshow

avatar A Abu Bakar
A Abu Bakar
Doc. DISBUDPAR Bangka Belitung
Doc. DISBUDPAR Bangka Belitung

EXPLOREBABEL, PANGKALPINANG - Industri pariwisata Tanah Air turut terdampak karena masa pandemi corona Covid-19, termasuk di Bangka Belitung. Kondisi krisis ini membuat pemerintah setempat berupaya sekuat tenaga untuk kembali membangkitkan geliat wisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut mempersiapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia termasuk mengeluarkan strategi recovery wisata Bangka Belitung dengan menghadiri acara Airport Talkshow yang diselenggarakan oleh Angkasa Pura II KC Depati Amir bekerjasama dengan TVRI Bangka Belitung dalam rangka menyambut geliatnya sektor pariwisata setelah pemerataan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

Dalam Airport Talkshow, program Yuk Ngopi Luk kali ini, TVRI mendatangkan beberapa narasumber yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pairiwisata Kepulauan Bangka Belitung, Syaifuddin, SH, EGM PT. Angkasa Pura II KC Bandara Depati Amir, M. Syahril, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Pangkalpinang, dr. Bangun Cahyo Utomo. Dalam acara tersebut, Syaifuddin mengatakan bahwa pariwisata merupakan suatu perjalanan dari suatu tempat ke tempat tujuan untuk menghibur diri supaya kita merasa nyaman dan puas sehingga tidak mengalami depresi. Berbicara mengenai pemulihan pariwisata, Disbudpar Babel terus berulang kali melakukan kegiatan yang bersifat nasional maupun lokal, imbuh Syaifuddin. 

"Tentunya yang telah dilakukan oleh Disbudpar Babel sehubungan dengan recovery pariwisata agar wisatawan terus berkunjung ke Bangka Belitung adalah melakukan pembinaan-pembinaan kepada para pelaku wisata, dan dan mendukung program sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) secara gratis yang merupakan bagian dari stimulus Disbudpar Babel untuk mendukung keberlangsungan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 sehingga wisatawan yang berkunjung ke Bangka Belitung" ujar Syaifuddin.

Syaifuddin menekankan, arahnya strategi ini ingin memajukan pariwisata Kepulauan Bangka Belitung. Tantangan-tantangan yang ada harus dijadikan kekuatan seperti mengharuskan hotel-hotel, dan restaurant memiliki sertifikat CHSE sehingga wisatawan yang berkunjung ke Bangka Belitung merasa aman dan nyaman sesuai dengan Sapta Pesona yang digaungkan pemerintah selama ini sehingga masyarakat Bangka Belitung siap menerima wisatawan baik wisatwan nusantara maupun mancanegara. "Juga, pada prinsipnya semua destinasi wisata sudah memiliki sertifikat tersebut" tambah Syaifuddin. Selain vaksinasi, dikatakan oleh Syaifuddin, Disbudpar Babel juga terus mengembangkan potensi dari beberapa daya tarik wisata yang ada di Bangka Belitung. (Fauzan/GP)